Inikah rasanya ‘titik jenuh dari sebuah perjalanan hidup’?

Processed with VSCOcam with t1 preset
Sumber

Inikah yang dimagsud ‘titik jenuh dari sebuah perjalanan hidup’?

Setiap perjalan pasti akan bertemu dengan kesuksesan, hambatan dan  kegagalan. entah pada posisi mana setiap orang melangkah yang pasti setiap orang  akan berhenti sejenak pada titik jenuhnya dari sebuah perjalanan hidup. Oleh karena itu kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang pengalaman akhir-akhir ini  yang memaksa saya untuk berhenti sejenak dari segala macam aktivitas sehari-hari.

belakangan ini saya cukup heran dengan apa yang tejadi dalam diri saya. Segala macam aktivitas yang biasa denga penuh hasrat kali ini berbeda, mulai dari membuka mata  untuk memulai hari baru, melanjutkan tugas-tugas kemarin yang tak kunjung terselesaikan bahkan sampai berkumpul bersama teman-teman pun tak seasik seperti biasanya.

Beberapa kali teman saya mengirim pesan melalui BBM “hei, gimana kabarmu?”. mungkin munafik rasanya untuk mengatakan bahwa saya ‘baik-baik saja’ dengan sedikit mengekspresikan apa yang sedang saya rasakan akhirnya tanpa pikir panjang aku membalasnya “akhir-akhir ini sedikit malas” km sndiri gmn? ” balasku dengan sedikit basa-basi. kemudia terjadi flat conversation and then just end.

Ada benarnya sepakat salah satu kutipan Nendra Rengganis  salah satu kontributor hipwee yang tulisanya sering jadi trending topic di hipwee yaitu :

” Jodoh dan soulmate adalah konsep absurd yang sering membuat orang galau” 

Perlahan-lahan saya membiasakan diri untuk menulis ketika suasana hati sedang tak karuan termasuk pada titik jenuh seperti ini. Dalam benak saya menulis merupakan cara paling sederhana untuk meramaikan suasana hati. bukan hanya dari perkara asmara saja melainkan dari hal yang telah kita kenang sebelumnya entah itu suasana kerja, sahabat dan impian-impian lain. untuk itu saya menulis untuk merubah suasana hati  agar kembali normal.

melihat konsep diatas, apa mungkin sekarang saya sendang berada di posisi antara soulmate dan jodoh yang tak kunjung datang?  ahh ato bisa jadi hanya cara waktu memaksaku agar segera merubah cara kebiasaan ini. Entah bagaimana cara terbaik untuk memahami perasaan dan logika, untuk memulainya tentu tak mudah, namun dengan perlahan-lahan aku menulis sedikit-demi sedikit, setidaknya suasana akan kembali membaik. Kapanpun suasana seperti ini datang aku akan terus menulis  entah  sampai kapan waktu akan menjawabnya, setidaknya dengan sedikit perubahan ini aku merasa situasi jauh lebih baik.

karena menulis bukan tentang seberapa banyak tulisan  tercipta, namun tentang seberapa nyamana hati ini  ketika menulis.
Advertisements

2 thoughts on “Inikah rasanya ‘titik jenuh dari sebuah perjalanan hidup’?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s