Setelah 411, Aku tak membenci kalian sedikitpun!

 

whatsapp-image-2016-11-08-at-20-32-36

   Empat November lalu bisa jadi akan menjadi sejarah besar bagi bangsa ini. Bangsa besar yang memiliki berbagai macam golongan, suku bangsa, agama dan bahasa. Bangsa  yang menjadi contoh bangsa-bangsa lain karena kerukunan akan keberagamannya. Namun hal ini harus tercoreng karena sebuah kasus penistaan agama dari seorang pejabat negri ini. Seluruh lapisan masyarakat, seperti lembaga tertinggi Agama, mahasiswa, Ulama, Habib. Sebagai golongan muslim saya tentu merasakan bagaimana perihnya hati ini tersobek-sobek dengan tindakan dari seorang pemimpin yang secara sadar merendahkan satu golongan tertentu. Akhirnya ia pun telah meminta maaf secara terbuka akan tindakannya, dan kami pun telah memaafkannya. Namun hal ini harus menjadi pelajaran bagi saya sendiri khususnya agar tidak mudah untuk merendahkan suatu golongan tertentu.

“ Kami tidak menyudutkan karena agama, ras maupun sukunya, melainkan kami menuntut seseorang khusunya pada tindakannya yang saya rasa kurang layak untuk dijadikan sosok pemimpin di negara yang memiliki berbagai macam golongan ini.”

   Pada hari ketika kasus ini menjadi viral di internet, sebagian teman saya selalu menebar dukungan serta tak sedikit pula yang mempunyai perbedaan pendapat. Disana saya berfikir bahwa adanya perpecahan golongan dari teman-teman saya. Saya harus mengakui bahwa sangat risih dengan hal-hal yang tertampang di timeline medsos saya. Seakan hari itu merupakan hari yang membuat tali persaudaraan antar golongan kami pun pecah, persaudaraan hancur seketika serta berbagai macam kalimat-kalimat penebar kebencian pun tak kunjung reda. Bukan hanya teman baru saja, melainkan kasus ini membuat pertemanan lama saya pun hancur seketika, saling serang antar satu golongan kepada golongan lain. Padahal membangun hubngan persahabatan tak semudah membalikkan telapak tangan.

   Sekali lagi saya tak mau membahas tentang salah ataupun benar, apalagi untuk dihubunga-hubungakan politik yang saya rasa cukup awam bagi saya bilamana dibandingkan teman-teman saya yang lebih paham tentang kasus ini. Melainkan saya sebagai masyarakat muslim sangat sedih, sekaligus menyesal dengan kata-kata kotor yang bukan pada tempatnya itu bahkan disampaikan dengan cara terbuka umum.

Mengapa perpecahan ini bisa terjadi?

“ Karena ia ikut campur pada sesuatu hal yang bersifat privasi, serta tak seharusnya ia ikut campur di ranah tersebut dan merendahkan suatu golongan”.

   Oleh karena itu saya menulis uraian singkat hal-hal yang menurut saya pantas untuk saya share kepada siapa saja yang membacanya, khususnya teman-teman saya yang mempunyai perbedaan keyakinan dengan saya. Bahwa saya tak ada rasa benci sedikitpun kepada kalian teman-teman saya dari berbagai macam daerah serta negara manapun hanya karena kalian berbeda agama, ras , suku, budaya. Saya percaya dengan apa yang diajarkan oleh agama saya yaitu “ agamamu, agamamu, agamaku agamaku.” Kita semua adalah manusia sudah saatnya untuk saling menghargai dan menghormati antar golongan.

” Namun paling saya benci ialah mereka-mereka yang bertindak melecehkan antar agama dan merusak persatuan di negeri tercinta ini.”

   Pelajaran Demo 411, akan dan masih tetap menempel pada sejarah bangsa ini.  Saya selalu menganggap kalian sebagai teman, kolega dan  saudara saya. Hal ini juga karena saya hanya tidak bisa menerima secara ikhlas bagaimana kasus ini sampai merusak pertemanan kita. Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi saya sendiri khususnya bahwa kita tak perlu mengusik privasi seseorang dengan cara yang kasar serta membuat jutaan hati umat robek.

   Bukankah seorang pemimpin seharusnya bisa mejadi sosok tauladan bagi pengikutnya dengan saling menghargai antar golongan?

       

             

                                                                                                               Abdul Latif, 9 November 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s