Opini : Bahaya Kecanduan Tombol Share pada WhatsApp ?

 

According to Facebook’s earnings call on Feb 2, 2017, WhatsApp had 1.2 billion monthly active users, Statista reported. 

resource

Copy Paste (copas) pada grup whatsApp menjadi fenomena yang sangat umum di kalagan masyarakat kita. Hal ini tentu saja boleh, namun tidak terlalu baik jika kebiasaan ini terlalu berlebihan bukan?

Sekitar dua minggu lalu saya bergabung dalam sebuah grup WhatsApp dengan tujuan agar mendapatkan wawasan baru. Grup yang dihuni cukup banyak yaitu lebih 50 orang lebih ini sangat aktif. Namun setelah saya amati, akhirnya  saya memutuskan untuk mute grup dulu selama satu minggu. Hal ini disebabkan karena  seringnya muncul pesan baru setiap menitnya dengan kalimat yang panjang sekali. Selain itu dengan berbagai macam topik baru muncul setiap saat, hingga kita tak bisa memahami secara mendalam informasi-informasi yang telah kita baca sebelumnya.

Bagi mereka membagikan sebuah informasi merupakan hal ini sangat mudah dilakukan yaitu dengan mengerakkan ibu jari pada tombol share tanpa sedikitpun mempertimbangkannya. Mereka sangat antusias dalam membagikan informasi tersebut, and that’s not bad. Sebagian yang lain seperti saya mungkin akan membuat jenuh dan bosan, karena kita tidak bisa memahami secara penuh dari apa yang telah mereka bagikan. Selain itu kebiasaan mereka dalam membagikan informasi seperti sebuah kecanduan tombol share. Hal ini memberikan efek yang cukup jelek yaitu sangat mudah membagikan informasi  yang belum tentu benar kebenaranya.

Ada salah satu video inspiratif dari salah seorang teman saya, yang dibagikan melalui facebook. Simon Sinex motivator terkemuka yang menjelaskan bagaimana kita dengan mudah kecanduan dengan social media. Hal ini tentu cukup berbahaya, Dalam video yang berdurasi sekitar 5 menit itu kita akan mengetahui bahwa generasi sekarang menjadi sangat lemah dalam bersosialisasi, berproses juga dalam bekerja. Mereka tidak mengerti arti dari kehidupan dan kebahagiaan yang sesungguhnya. Sejenak mungkin tidak berhubungan dengan case  yang telah saya jelaskan diatas. Namun sebenarnya ada satu hal yang berkaitan yaitu kecanduan social media. Faktanya bagi mereka yang sering kali share informasi melalui social media, atau dalam kasus diatas yaitu ketika menyentuh tombol share melalui WhatsApp bisa jadi sebuah ‘kecanduan’, mengapa? Karena mereka menyebarkan sebanyak-banyak informasi tanpa sadar akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.

Dalam video tersebut ia mengatakan “Kita tahu bahwa ketika kita menggunakan social media dan Handphone kita, maka otak kita akan memproduksi dopamine”. Ia menambahkan “Itulah sebabnya ketika kita menerima pesan, terasa enak atau asik.”  Ia melanjutkan “itulah sebabnya ketika sedang kesepian biasanya kita akan mengirim pesan pada 10 teman kita dengan kata yang sama (Broadcast) – Hai 10x”.

Padahal esensi dalam membagikan informasi adalah memberikan pemahaman baru kepada sesama, tapi hal ini menjadi gagal hanya karena terlalu banyaknya informasi yang datang, sehingga otak kita tidak mampu memahami sebuah informasi tersebut secara utuh. Memang tidak semua orang merasakan hal seperti saya, setidaknya fenomena ini telah dirasakan oleh sebagian orang. Oleh karena itu dalam menyebarkan sebuah infomasi pada sebuah grup seharusnya para pengirim lebih mengorganisir dengan cara mungkin membagi waktu dalam menyebarkan informasi, setelah informasi tersebut dicek secara hati-hati. Agar informasi disebar secara efektif dan selektif

Terimaksih!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s