Pelajaran Berharga dari Budaya Nordik, Swedia.

Swedia memang salah satu negara yang sangat maju dalam hal ekonomi digital. Hal itu terlihat dari banyaknya aplikasi yang cukup populer dikalangan orang-orang eropa. Salah satu aplikasi yang populer contohnya : Spotify. Negara ini cukup unik yaitu keterbukaan pemikiran namun sangat formal dalam berhubungan sesama.

Gambran ini terbayang setelah saya membaca artikel  ini.

Artikel yang menurut saya cukup inspiratif, bagaimana penggambaran sebuah hubungan pada masyarakat swedia disajikan dengan cukup menarik. Ditulis oleh Maddy Savage mantan seorang jurnalis BBC London. Artikel ini membuat saya sedikit membayangkan bagaimana jika di Indonesia menerapkan salah satu aturan khusus seperti apa yang telah dijalankan di salah satu negara nordik tersebut. Seperti penggunaan kaos ketika sedang bekerja serta sepatu ket diperbolehkan, maka akan menjadi hal yang menarik. Bukan tidak mungkin kan?

 Di banyak perusahaan di Swedia, kaos dan sepatu kets diterima sebagai pakaian kantor, para pekerja cenderung menghabiskan banyak waktu di berbagai tempat lain di dunia.”  Sumber 

Selain itu kesederhanaan dalam berhubungan memberikan pengaruh kuat terhadap orang-orang asing maupun imigran untuk bekerja di negara skandinavia tersebut. Kesetaraan antara pimpinan dan pelayan merupakan budaya yang umum.

Dan sesuatu yang lazim melihat bos tertinggi perusahaan mencuci piring.” – Sumber 

Say no to senioritas!  Di Indonesia senioritas seakan telah mengakar, karena seringkali saya menemui serta merasakan sendiri hal tersebut dalam dunia kerja, pendidikan juga organisasi.


“ Senioritas hanya untuk orang-orang yang miskin penghargaan. “

– Anymous


Namun bukan berarti kita dapat seenaknya sendiri bersikap kepada atasan, karena reputasi dalam berhubungan sangat diperhitungkan di sini. Seperti misalnya ketika kita memperkenalkan teman kita kepada mitra bisnis kita, disana reputasi kita dipertaruhkan. Sampai segitunya dalam membangun hubungan kepada orang. Hal ini yang mendorong orang-orang swedia untuk sangat menjaga keprcayaan dan loyalitas. Akan tetapi jika kita telah membangun kepercayaan yang baik di awal, maka selamanya bukan tidak mungkin mereka akan selalu setia dalam memberikan bantuan bahkan untuk seumur hidup.

Orang-orang swedia sebagian besar introvert.

Barangkali untuk yang satu ini tidak harus satu pemikiran, karena kita tidak bisa memilih menjadi introvert atau extrovert. Uniknya negara ini punya cara tersendiri agar orang-orang lokal dapat lebih nyaman dalam menjalin pertemanan kepada siapa saja. Seperti Sevn sebuah aplikasi yang memungkinkan setiap orang bertemu dalam sebuah acara. Ada lagi yang lebih menarik yaitu Lunchback, aplikasi ini memberikan kesempatan para pekerja dan pebisnis untuk saling mengenal dengan cara mengajak makan siang bersama. Oleh karena itu media social juga berpengaruh cukup kuat dalam perkembangan masyarakat disana.

Sisi lain

Di lain sisi beberapa ada beberapa hal yang mungkin menjadikan negara nordik ini tidak mencerminkan kesetiaan terhadap salah satu budayanya yaitu dengan menjadikan Bahasa inggris menjadi Bahasa utama, ketimbang Bahasa swedia asli. entah hal apa yang membuat fenomena seperti ini bisa terjadi. Selain itu juga ada beberapa etika sosial yang tidak tertulis seperti melihat mata ketika berjabat tangan dengan wanita bisa jadi dikira sedikit kurang sopan. Namun untuk mempersilahkan wanita duduk setelah kita menawarkan kursi menjadi hal yang sangat dihargai disini.

Seringkali kita terlalu memegang sesuatu nilai yang tidak baik, namun karena sebagian besar masyarakat melakukan hal yang sama maka hal itu menjadi hal yang lumrah, sehingga mengakibatkan kemunduran nilai dalam suatu masyarakat. Dengan demikian sepertinya kita lebih sering mengingat-ingat kalimat “Belajarlah dari pengalaman”.

Bagaimana dengan pendapatmu?

Terimakasih, selamat berakhir pekan, semoga membawa cerita bahagia lainya !

 


Sumber  :

  1. http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-39581987
  2. http://topyaps.com/n-unique-customs-scandinavian-nations
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s