Alasan Klasik : Cowo dong yang bayarin, masa cewek?

Suara anak muda berkumpul membicarakan banyak hal, sedikit bisingan suara mobil  dan beberapa lampu hias yang menerangi sebuah tempat. Ya sekarang saya sedang berada di sebuah café kecil diperbatasan Kota Malang dan Kediri. Saya bergegas megangkut tas laptop, jaket serta Hp dan chargernya serasa semuanya lengkap sesegara saya pergi secepat mungkin.

Kali ini saya pergi tanpa alasan yang jelas, lalu apa yang membuat saya kemari? Jawabanya adalah momen lama yang biasa saya lalui sedang overhead saat ini, kebiasaan-kebiasaan indah yang pernah saya lewati yang membawa benak saya pergi ke sebuah café kecil ini.

Rasanya seperti kembali ke sebuah momen hangat saya. Mengekspresikan diri sebebas mungkin walaupun sediri saja. Meski bersama sebuah laptop tercinta tetap saja sendiri. Melihat mereka yang bercerita tentang banyak hal, tertawa, dan beberapa yang memang sedang asik berkencan dengan pasanganya, hal ini tentu sedikit menggoda saya untuk terus mengamati serta memahami bagaimana system hubungan mereka bekerja. Misalnya untuk kedua anak yang berada di ujung kursi  kayu itu. Melihatnya membuat saya sedikit tersenyum, karena mereka benar-benar memerankan sebuah pertunjukan menarik. Mereka memainkan peranya sesuai dengan stereotype pada sebuah film.

Lebih dari itu para pria sibuk memainkan peran sebagai kaum msakulin yang cool dan menahan tali hubungan secara bersamaan. Mereka berjejer antri untuk membayar bill pesanan pada saat kencan tadi. Hal ini  seringkali membuat saya mengira adanya sebuah hubungan yang tak adil. Bagaimana tidak, setiap kali saya pergi ke sebuah tempat umum seperti café atau restoran seringkali para pria sibuk menjadi sosok kebanggaan dan memperlihatkan bahwa mereka benar-benar ‘berkecukupan’ dengan seringkali membayar setiap kali kencan bersama pacarnya.

Dengan tidak mengurangi hormat saya kepada para pria, termasuk diri saya sendiri. Saya ingin menyampaikan bahwa sebuah hubungan serta peran pria sebagi sosok fasilitas sepenuhnya ketika sedang berkencan maupun pacaran adalah sebuah kesalahan. Hal ini sangat jelas terlihat bahwa adanya sebuah kesenjanggan dalam berhubungan. Hasilnya terjadinya hubungan yang kurang sehat, karena terdapat salah satu yang diuntungkan dalam sebuah hubungan.

Sebagian wanita merasa bahwa sudah seharusnya pria membayar ketika berkencan, serta itu menunjukkan tingkat rasa sayang seorang pria berbanding lurus dengan seberapa besar ia mengorbankan uangnya ketika sedang berkencan. Hal ini terlihat beberapa waktu lalu ketika saya melempar sebuah voting melalui akun twitter saya terlihat 33% setuju dengan pria yang seharusnya membayar ketika berkencan, dan 67% memilih bergantian dalam urusan bayar membayar ketika berkencan.

Apakah ini sistem ini masih bekerja 2017?

Saya rasa cukup fair untuk bergantian ketika membayar ketika berkencan, ini menunjukkan sikap respect seorang wanita dan perilaku yang etis sebagaimana memandang sebuah kedekatan yang setara antara sahabat dengan pacar. Menurut saya sih memang seharusnya pacar itu tidak lebih dan tidak kurang sebagaimana kita memperlakukan sahabat terbaik kita.


Saling memberikan pengertian ketika menjalin hubungan adalah simbol dari kejujuran.


Selain itu dalam membanggun hubungan terdapat hal-hal yang jauh lebih dalam dari sekedar materi, yaitu komitmen, kekuatan dalam sebuah keseimbangan hubungan serta nilai kemanusiaa yang wajar.

” Nobody is being taken advantage of. We aren’t living in some past. Using an outdated definition of what a relationship should be should look like. we are living in the present – which can be much brighter, much more fun, and much less expensive in the ways that really matter. “

Sumber

More Sources :

An Article :

https://www.bustle.com/articles/68242-should-guys-always-pay-for-dinner-5-reasons-its-not-cool-to-always-make-men-pay

Advertisements

4 thoughts on “Alasan Klasik : Cowo dong yang bayarin, masa cewek?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s