Tanpa Rencana, Perjalanan Terasa Lebih Berkesan.


 

 

“Biarkanlah hari demi hari berbuat sesukanya,tegarkan dan lapangkan jiwa tatkala takdir menjatuhkan ketentuan (setelah diawali dengan tekad dan usaha).”

– Al-Imâm asy-Syâfi’i 

 

Perjalanan yang paling membuat jiwa saya bebas telah terjadi beberapa minggu lalu. Dari Malang – Bondowoso dan Bali. Bersama kedua sahabat ter-gila yang pernah saya kenal. Kami mengawali perjalanan untuk menghadiri Akad nikah adik dari salah seorang sahabat kami di Bondowoso – Jawa Timur.

Malam itu terminal Arjosari menjadi jejak awal perjalanan kami meninggalkan kota Malang tercinta ini. Hal yang biasa bagi kami untuk sabar dan saling menunggu satu sama lain dalam sebuah perjanjian. Menjengkelkan sih memang, tetapi kejengkelan itu berulang-ulang sampai kita memahami satu sama lain. Setelah menunggu satu setengah jam kejengkelan ini sedikit terobati sesaat muncul kata ‘OTW’ dari App WhatsApp saya. Perlu kalian ketahui kata OTW adalah alibi paling tulus untuk terlambat lebih dari 10 menit yang bisa kami pahami, selainya tak ada yang bisa di toleransi. Alasan itu selalu keluar disetiap pertemuan kami.

Bukan Agiel namanya kalau engga terlambat, dan bukan juga Zuresh namanya kalau engga selalu ngikut kemana aja. Sudah itu sedikit diskripsi kedua teman tergila saya, masih ada sih yang lainya cuman kemarin kebetulan dua orang ini benar-benar bisa diajak Trip Ngawor, alias gila.

 

Awalmula keputusan gila ini dimulai dari percakapan ringan ketika awal perjalanan menuju Bondowoso.

Tiv, Yaapa gum Bali ta?”

Ajak agil dengan  matanya yang dipenuhi senyuman wanita spanyol sambil menatap saya.

Tak pikir panjang, saya langsung jawab ‘iya wes, yok!’

Percakapan singkat itu berakhir dan Malam itu kami habiskan sebagian banyak waktu di dalam Bis perjalanan menuju kampung Arab terbesar di Pulau Jawa.

Sesampainya di Bondowoso kami menginap di tempat teman selama semalam. Acara akad nikah dan unduh mantu pun selesai pada hari itu. Di Bondowoso harus saya akui bahwa suasana disana jauh lebih hangat ketimbang di kota-kota lainnya yang selama ini saya kunjungi. (Khususnya Jamaah lo ya?)

Kenangan di kampung arab sangat berkesan dan selalu ada keinginan untuk kembali lagi. Terimakasih ya Bavadal’s Familly semoga acara kemarin berkah!

 

Petualang di Mulai!

Start pukul 8.30 WIB kami berangkat meninggalkan rumah Bavadal’s Family ke terminal Bondowoso. Disana kami sudah memiliki rencana bahwa akan berkunjung ke salah satu teman kami yang sehari sebelumnya telah mengatakan bahwa ia akan menunggu kedatangan kami.

Akhirnya kami berangkat menggunakan bis lokal dari Bondowoso – Situbondo bersama kedua teman gila ini. Tiba-tiba ia mengirimkan pesan text melalui WhatsApp saya

” Lha kalian mau tdr dimana?” balasnya dengan enteng.

Saya terkejut melihat sebuah balasan singkat, awalnya memang kita tidak ada niatan untuk berkunjung sampai pulau dewata. Tujuan kamipun hanya sekedar menyebrang dari ketapang menuju gilimanuk, selanjutnya kita langsung balik ke pulang ke rumah masing-masing. Agil satu-satunya sebab kita (Saya dan Zuresh) untuk melanjutkan perjalanan ke Bali.

Sesampai di situbondo kami dihadapi dengan perasaan yang ragu untuk melanjutkan perjalanan gila ini. sesampainya di terminal kami istirahat sejenak dilanjutkan solat dan diskusi singkat apakah kita benar-benar akan melanjutkan perjalan ini atau tidak.

Saya terus berfikir bagaimana caranya kami dapat melanjutkan perjalanan dengan budget yang semakin menipis ini, tentu saja kami tak punya persiapan uang untuk berkunjung ke Bali. Sekitar 45 menit kita istirahat dan membicarakan masalah konyol ini berulang kali. Saya meminta kedua teman saya ini untuk menghubungi teman-teman tinggal di daerah tersebut, namun hasilnya nihil. Sebenarnya kami mempunyai sodara di pulau dewata seandainya memang kita perlu bantuan.

Tapi saya mencoba meyakinkan mereka bahwa semuanya akan baik-baik saja. Saya terus memikirkan siapa yang bisa saya hubungi. Akhirnya beberapa saat setelah kami terdiam sejenak, aku teringat seorang kawan lama sewaktu kuliah. Saya coba mencari nomornya namun tetap tidak ada, hilang. Saya teringat bahwa semua nomor kontak lama ada di handphone yang hilang.

Setidaknya di Instagram kami masih saling terhubung, pada saat yang sama saya mengirimkan pesan singkat yang bertujuan untuk meminta saran informasi tentang penginapan serta kuliner yang jauh lebih terjangkau dan meminta no WhatsAppnya.

Setelah saya terhubung denganya kami diminta untuk lebih cepat menaiki bis arah ke banyuwangi maupun ketapang. Akhirnya pukul 13.00 kami menaiki bis lokal mini dengan sedikit lebih padat daripada bis yang sebelumnya kami naiki. Cuaca panas serta keringnya suasana di situbondo membut agil sedikit mengkerutkan wajahnya dan menghadapkan wajahnya di tengah kedua tanganya, saya yang  disampingnya hanya tersenyum melihat kedepan sambil berfikir bagaimana bisa keputusan konyol ini terjadi, jujur saja ini hal tergila yang pernah saya lakukan bersama teman-teman. Zuresh biasa dengan muka datar tanpa penuh dosa duduk tertidur pulas di kursi depan.

PANO_20170826_165936
Pelabuhan Ketapang Dok. Pribadi.

 

 

Sesampai di ketapang kami berhenti sejenak untuk makan sekedar untuk sedikit bernafas lebih lega ketika melihat pulau bali sebentar lagi akan berhasil kami taklukan. Keyakinan saya akan kehebatan dan kekompakan kepada kedua sahabat ini begitu tinggi.

Ia kembali menghubungi saya berkali-kali agar tetap terjaga dalam kondisi yang baik, setidaknya suasana pelabuhan tidak seramai hari biasa karena kami tidak pada saat liburan dan juga beberapa hari kedepan akan ada Idul Adha jadi bali tak seramai yang biasa.

 

Kami sampai di Gilimanuk terlalu malam dan jauh dari espektasi awal untuk tiba disana sekitar pukul 07.00 WIB malam paling malam. Tetapi memang kita tak bisa mengontrol hal ini kita mengikuti bagaiamana kapal feri ini bekerja. Sesampai di terminal Gilimanuk kami langsung dihadapkan kernet atau orang yang biasa menyarankan penumpang pada bis lokal bali. Disana kami menunggu cukup lama 45 menit sambil ngopi santai dan instirahat mengisi daya HP dan buang air besar.

Agil tak kuasa menahan jengkelnya sopir bis yang tidak jalan setelah kami menunggu satu jam lebih, tak ambil pusing ia menuju kepada bapak-bapak security untuk menanyakan bagaimana cara agar lebih cepat menuju tepat teman saya pernah sekelas kala kuliah dulu, kami tak pernah berkomunikasi lebih dari dua tahun sejak ia meninggalkan malang dan saya tak punya bayak kesempatan untuk saling bertatap muka karena saya harus menyelesaikan skripsi selama satu tahun.

Sekarnag saya sudah menggangapnya saudara sendiri, bagaimana tidak ia menjeput kami dini hari ketika kami tak mendapatkan bis di Gilimanuk, mempersilahkan kami untuk menempati rumahnya, mengajak kami jalan ke taman tower daerah negara katika acara “Car Free Day” mengantarkan kami jalan-jalan dua hari full ke kuta bali, makan malam di BAJAK (Bali Jejak Kuliner), mengatarkan untuk mencari hotel terdekat kuta besoknya kami masih di antar untuk ke dreamland salah satu pantai yang sangat eksotis dengan gradasi warna terbaik yang pernah saya kunjungi.

IMG_20170827_174417
Sunset Hangat-Kuta, Bali Agustus 2017
IMG_20170828_132116
Dreamland

 

IMG_20170828_105617
Dari Kanan : Zuresh, Saya dan Agiel.

 

Entah bagaimana cara berterimakasih yang paling tepat dengan apa-apa pengorbanan, waktu, tenaga dan kepedulianya kepada kedatangan kami yang penuh merepotkanya dan keluarganya. Tak ada harapan lain selain pertemuan selanjutnya entah dimana dan kapan takdir akan membawa kami. Terimakasih Allah SWT yang telah mengatur sebegitu dramatis perjalanan panjang yang penuh kenangan ini.

Saya menulis ini adalah bentuk rasa terimakasih saya dan cara saya untuk tetap mengabadikan momen-momen terbaik saya bersama orang-orang tersayang.

Love you!

Jakarta, 8 Spetember 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s