Keluar dari “Comfort Zone”, Tapi Bikin Malu. Duh!

Masih malu rasanya buat ngaku kalau hari ini cukup berfaedah. Memang benar apa yang dikatakan oleh Orang-orang Sukses atau mungkin kalian  sering baca juga yang isinya seperti ini :

“Great Things Never Came From Comfort Zones.”

Ketika kita keluar dari “Zona Nyaman” pasti kita bakalan dihadapin situasi dimana kita belum pernah melakukanya, bahkan tak jarang kita tidak tahu, dari mana saya harus memulai pekerjaan ini?

Nah iya, gini ceritanya jadi hari ini saya baru bikin sebuah peningkatan yang cukup ‘Brilian’ dan cukup Wow bagi saya. Yaitu : Mampu menyeterika Baju Kemeja dan Cuci-cuci kucek sekitar 10 baju, 3 Kampes dan 2 Kaos katun putih.

IMG_20171001_215843_HDR
Sumber Masalah Hari Ini.

Ya gimana lagi, memang dasarnya bukan cowo rajin yang seringkali cuci-cuci sendiri, karena sebelumnya di rumah ada bibi yang bantuin dan juga ada Umi tercinta yang selalu hadir dalam setiap momen genting. Maaf jadi curhat, tipis lho ini.

Sekitar 26 hari saya telah meninggalkan kota Batu tercinta. Iya Kota yang ada tempat wisata “Jawa Timur Park 1-2-3-4-5-6-7-8-9” entah akan sampai ada berapa Jawa Timur Park lagi yang bakal di banggun di kota kecil itu. ehh maaf yang bener Masih ada 3 tepat wisata saja yang berlandaskan nama Jawa Timur Park di kota Apel.

Jadi setelah beberapa waktu saya tinggal di Jakarta, ada banyak sekali kebiasaan yang berubah, seperti lebih sering bersih-bersih kamar mandi, kamar tidur, sapu-sapu dan cuci-cuci baju. Ya meskipun kadang juga Laundry kalau udah nyerah sama kenyataan (Sama hematology juga sih).

Namun dari semuanya ada hal baiknya yaitu saya semakin mandiri dan tanggung jawab dengan apa yang telah dan sedang lakukan. Bersyukur banget juga bisa berinteraksi di lingkungan yang sehat, kompetitif dan senang berbagi.

Di Jakarta memang saya harus akui bahwa kita harus pintar-pintar mengontrol diri sendiri, terdapat berbagai godaan yang cukup membuat batin goyah. Dari Iklan yang selalu ngebuntutin di browser kita, Iklan Facebook, Twitter, Belum lagi grup WhatsApp yang share event-event.

Bagaimanapun disini kita juga saya jangan sampai mau diperbudak hal-hal yang tidak berfaedah dan ngeluarin duit but we don’t get a few worth things. Bukan pelit ya, tapi lebih ke efesiensi pengeluaran, karena jakarta bukan kota polos bray. Saya aja yang polos jadi cukup belajar dikota ini biar lebih kekinian.

Apalagi beberapa waktu lalu saya ketika saya melihat Instastory salah satu teman saya yang berkata seperti ini :

Kehidupan kaum Urban jaman Now :

“Ngopi di starbak, di foto sambil selfie tapi gawean jobles.
karena semuanya butuh proses bray”

Sama seperti apa yang sekarang saya rasakan kemudia saya berkicau seprti ini :

Karena seringkali melihat postingan-postingan yang norak dan juga lucu. Mereka yang kerap kali update dengan seolah-olah menjadi orang berkelas dengan memposting foto-foto barang, chek ini di tempat-tempat ternama tapi sebenarnya dia pengganguran. Atau bisa di bilang

” Ingin terlihat sukses secara instan, gak suka proses.” K
arena yang instan hanya Indomie saja, eh itu aja masih pake proses ding!. 

Ya sudah ya mungkin curhatan ini sedikit saja, nanti kalau panjang-panjang jadi malah nambah dosa. Terimakasih juga buat yang uda ngebaca tulisan Ngehe ini yang mungkin engga ada hubungannya dengan kalian, setidaknya kalian bisa tau bahwa setiap orang punya cerita masing-masing. Selamat Malam, Selamat beristirhat, udah malem besok udah Senin lagi.

 

Advertisements

One thought on “Keluar dari “Comfort Zone”, Tapi Bikin Malu. Duh!

  1. Wow, sdh mulai sadar.. ha… ha…, harus bgtu mmgnya! Klo sering2 nulis lama2 jg ada improvement baik dari segi materi, kosa kata, artikulasi, alur ceritanya makin runut n mkin singkat tulisannya. Tapi sdh cukup lumayan n berani lebih terbuka skrg, namanya kluar dari comfort zone harus open minded n broad minded, dg cara interaksi dg lingkungan yg tepat, banyak baca n belajar hal2 yg baru, smbil praktek alias jgn nato..! Bhs inggris msih harus ditingkatkan kmampuan nulisnya n grammarnya jg perlu ditingkatkan spya terhindar dari unnecessary mistakes. Contohnya phrase yg kamu tulis di blog tsb ada yg masih salah grammar nya. Talk to you sometime later. Good job n good luck..!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s